← Kembali ke Beranda






Iklan
Umum
Kepala Suku Sinak Tegas Tolak Keterlibatan Warga dalam Aktivitas KKB Demi Keamanan Papua
Dipublikasikan pada 24 Apr 2026

Kepala Suku Besar Distrik Sinak, Daebenus Murib, telah mengeluarkan larangan tegas kepada masyarakat di wilayahnya untuk tidak terlibat dalam aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Keputusan ini diambil untuk mencegah kerugian lebih lanjut dan memastikan stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Larangan ini datang setelah insiden tragis di Distrik Kembru yang merenggut nyawa seorang warga sipil dan menimbulkan ketegangan di wilayah tersebut.Daebenus Murib menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak terpengaruh oleh ajakan dari kelompok bersenjata. Ia menyatakan bahwa keterlibatan dalam aktivitas KKB tidak hanya merugikan individu tetapi juga seluruh komunitas. "Peristiwa di Kembru seharusnya menjadi pelajaran bagi kita semua. Mari kita jaga keamanan dan kedamaian di daerah kita," ujarnya. Kepala suku ini juga menyoroti pentingnya memutus hubungan dengan kelompok-kelompok yang dipimpin oleh Kalenak Murib dan Lekagak Telenggen.
Iklan
Selain itu, Daebenus melarang masyarakat memberikan dukungan logistik atau tempat tinggal kepada KKB. Ini adalah langkah preventif untuk menghindari eskalasi konflik yang lebih luas. Dalam konteks yang lebih besar, Papua telah lama menjadi pusat perhatian nasional dan internasional karena dinamika keamanan yang kompleks. Konflik bersenjata yang melibatkan kelompok separatis dan aparat keamanan seringkali menempatkan warga sipil dalam posisi rentan.Keputusan ini juga mencerminkan upaya lokal untuk mengambil alih narasi keamanan di Papua, yang kerap didominasi oleh perspektif eksternal. Dengan menegaskan larangan tersebut, kepala suku berusaha mengedepankan pendekatan damai yang menghormati hak asasi manusia dan berusaha untuk mengurangi korban jiwa, terutama di kalangan kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan.Dalam jangka panjang, kebijakan seperti ini diharapkan dapat mendorong dialog terbuka antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk merancang strategi yang lebih efektif dalam menangani isu keamanan dan pembangunan di Papua. Dengan demikian, harapannya adalah tercipta lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial di provinsi yang kaya sumber daya alam ini namun seringkali terabaikan dalam diskusi pembangunan nasional.
Berita Terkait

Konsolidasi Pemuda Papua Barat Daya: Mengakhiri Era Seremonial Menuju Aksi Nyata
27 Apr 2026

Koperasi Merah Putih: Langkah Strategis Memperkuat Ekonomi Inklusif di Papua Tengah
09 Apr 2026

Mimika Menyambut Koperasi Merah Putih: Langkah Besar untuk Ekonomi Lokal Papua
10 Apr 2026
Ketahanan Ekonomi Papua: Menembus Tantangan Global dengan Potensi Lokal
03 Apr 2026

Tokoh Indonesia Timur Ajak Publik Dukung PSN Papua dan Tolak Provokasi Film “Pesta Babi”
16 Mei 2026

PSN Papua Terus Dipacu, Masyarakat Diajak Tolak Provokasi Film ‘Pesta Babi’
16 Mei 2026
Komentar Pembaca (0)
Ingin ikut berdiskusi?
Masuk atau daftar untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat Anda!