← Kembali ke Beranda






Iklan
daerah
Pembongkaran Ladang Ganja: Mengungkap Jejak KKB di Pegunungan Papua
Dipublikasikan pada 23 Mei 2026

Operasi terbaru yang dilakukan oleh TNI di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, telah mengungkap dua ladang ganja yang diduga terkait dengan aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Operasi ini dipimpin oleh Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, yang menjelaskan bahwa penggerebekan ini didasarkan pada laporan masyarakat Desa Ngutok, Distrik Oksibil. Warga mencurigai adanya aktivitas ilegal di kawasan hutan sekitar pemukiman mereka, yang akhirnya terbukti dengan temuan puluhan batang ganja siap panen.Di lokasi pertama, tim menemukan 55 batang pohon ganja setinggi 1,5 meter, sementara di area lain di sekitar Desa Ngutok ditemukan 80 batang pohon tambahan. Selain itu, di Desa Esipding, Distrik Serambakon, tim TNI juga menemukan ladang ganja lain dengan 81 batang pohon setinggi dua meter. Total 216 batang ganja disita sebagai barang bukti, bersama dua tersangka yang saat ini sedang dalam proses penegakan hukum.
Iklan
Penemuan ini memberikan gambaran yang lebih besar tentang tantangan keamanan dan sosial di Papua. Letjen Lucky Avianto menegaskan bahwa indikasi kuat menunjukkan ladang-ladang ganja lainnya mungkin tersebar di pedalaman Papua, sebagai bagian dari strategi KKB untuk mendanai aktivitas mereka. Hal ini menggarisbawahi kekhawatiran akan dampak narkoba terhadap masyarakat Papua, terutama ketika komunitas lokal berjuang melindungi generasi muda dari pengaruh negatif narkotika.Keterlibatan KKB dalam aktivitas ilegal seperti ini tidak hanya merupakan masalah hukum tetapi juga masalah kemanusiaan. Sebuah ironi terjadi ketika di satu sisi, masyarakat Papua berusaha menjaga anak-anak mereka dari ancaman narkoba, sementara di sisi lain, kelompok bersenjata justru menyebarkan tanaman terlarang di tanah yang sama. Pernyataan Letjen Lucky mengingatkan pada perlunya penanganan holistik yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, untuk memberantas perdagangan dan penanaman ganja yang merusak struktur sosial di Papua.Tanggapan dari juru bicara KKB/TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang seolah melegitimasi budidaya ganja, menambah kompleksitas persoalan. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan di Papua membutuhkan pendekatan yang lebih dari sekadar operasi militer; harus ada upaya yang berkelanjutan dalam pembangunan ekonomi dan sosial yang inklusif. Dengan demikian, masyarakat lokal dapat memiliki pilihan yang lebih baik daripada terlibat dalam kegiatan ilegal yang berisiko tinggi.
Berita Terkait

TPNPB Klaim Kematian Egianus Kogoya
26 Mei 2026
Perempuan Papua dan Ekonomi Kreatif: Menganyam Asa dari Tanah Cenderawasih
01 Mei 2026
Perubahan Iklim Ancam Ketahanan Pangan di Papua: Tantangan dan Strategi Adaptasi
01 Mei 2026

Konsolidasi Pemuda Papua Barat Daya: Mengakhiri Era Seremonial Menuju Aksi Nyata
27 Apr 2026
Mengurai Konflik Sosial di Papua Barat: Dialog dan Pembangunan sebagai Jalan Tengah
23 Apr 2026
Telemedicine: Solusi Inovatif untuk Mengatasi Tantangan Kesehatan di Papua
23 Apr 2026
Komentar Pembaca (0)
Ingin ikut berdiskusi?
Masuk atau daftar untuk memberikan komentar pada artikel ini.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan pendapat Anda!